PALEMBANG, POSKOTA.CO.ID – Polda Sumsel mulai mendalami dugaan adanya barang bawaan di luar norma angkutan umum dalam kecelakaan maut antara Bus Antar Transway Sumatera (ALS) dengan kapal tanker minyak. Peristiwa yang menewaskan 16 orang itu terjadi di Jalan Lintas Sumatra, Desa Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Rabu 6 Mei 2026, sekitar pukul 12.00 WIB.
Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Nandang Mu’min Wijaya menjelaskan, timnya menemukan banyak barang di dalam bus yang terbakar, mulai dari kantung udara, ranjang kayu, sepeda motor hingga dua unit sepeda motor di lokasi yang rusak. Temuan ini akan membantu penyelidik menentukan apakah barang bawaan mempengaruhi dampak kecelakaan dan metode evakuasi korban.
“Kami sedang menyelidiki apa yang ditemukan di dalam kendaraan tersebut, termasuk pelanggaran aturan transportasi umum,” kata Nandang kepada wartawan, Kamis, 7 Mei 2026.
Kecelakaan bermula dari bus ALS bernomor polisi BK-7778-DL dari Lubuk Linggau tujuan Rupit bertabrakan dengan truk tangki PT Seleraya yang datang dari arah berlawanan. Enam belas orang ditemukan tewas, termasuk 14 penumpang bus dan dua supir truk.
Baca juga: Rp. Gugatan Rp 100 Miliar ke PT KAI Usai Kecelakaan di Bekasi, Penumpang Puji Tanggap Darurat
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, sopir bus berinisial A diduga berusaha menghindari lubang jalan. Namun kendaraan kehilangan kendali, masuk jalur kanan dan bertabrakan dengan truk. Besarnya kerusakan menyebabkan ledakan besar dan kebakaran yang menimbulkan banyak korban jiwa di dalam kendaraan.
Sopir bus mengaku berusaha menghindari jalan berlubang dan kendaraan memasuki jalur berlawanan sehingga terjadi tabrakan dengan truk, ujarnya.
Selain memeriksa barang bawaan bus, polisi juga fokus pada kondisi infrastruktur jalan di lokasi kejadian. Lubang di jalan Trans Sumatera diduga menjadi penyebab utama kecelakaan tersebut dan akan diselidiki pihak berwenang terkait.
“Kami akan menyelidiki semua penyebab terjadinya kecelakaan ini, termasuk kondisi jalan dan fitur keselamatan angkutan umum, agar tidak terjadi kecelakaan lagi,” ujarnya.
PakarPBN
A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.
In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.
The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.
Jasa Backlink
Download Anime Batch
