Wed. Jul 8th, 2026

Stadion Sepak Bola Rawa Badak Kebanjiran, DPRD DKI Minta Pemprov Memperbaikinya

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID – Kondisi lapangan sepak bola di kawasan Tanah Merah, Rawa Badak Selatan, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, menarik perhatian DPRD DKI Jakarta. Kawasan yang dulunya merupakan tempat olah raga warga kini berubah menjadi waduk kecil seperti danau karena kendala air dan kurangnya pengolahan yang menyeluruh.

Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta dari kelompok Gerindra, Anggi Arando Siregar, meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melakukan langkah nyata agar taman bermain tersebut bisa dimanfaatkan kembali oleh masyarakat.

Dorongan itu disampaikan Anggi dalam rapat kerja Komisi E DPRD DKI Jakarta dan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) DKI Jakarta. Menurut dia, tidak bisa memanfaatkan lahan tersebut membuat warga kehilangan ruang untuk beraktivitas dan dapat menimbulkan gangguan lingkungan dan kesehatan.

“Pemprov DKI harus mencari solusi atas keadaan lapangan sepak bola di Tanah Merah yang berubah menjadi bukit seperti danau kecil. Sarana olahraga masyarakat tidak boleh terbengkalai,” kata Anggi.

Baca juga: Ada tiga penyebab harga OPPO Reno 16F naik, dan bukan karena fitur AI

Politisi Gerindra menjelaskan, salah satu kendala yang muncul selama ini adalah kepemilikan tanah Tanah Merah milik Pertamina. Namun, menurutnya, persoalan kepemilikan lahan tidak boleh menghambat penyediaan perumahan rakyat bagi warga.

Anggi mencontohkan, pada tahun 2021 pembangunan jalan di kawasan itu masih bisa dilakukan melalui komunikasi antara Pemprov DKI Jakarta dan Pertamina.

“Tanah Merah belum bisa dibangun karena lahannya milik Pertamina. Tapi tahun 2021 sudah bisa dibangun jalan. Artinya kita bisa komunikasi dengan Pertamina. Hal yang sama juga perlu kita lakukan untuk menyelesaikan permasalahan ini di lapangan,” ujarnya.

Menurut warga, lanjut Anggi, Lapangan Kobra sudah diganggu banjir sejak tahun 2017. Saat itu, pemerintah berencana membangun ruang publik di RW 09 berupa jalan dan ruang.

Baca juga: BPK menemukan adanya kejanggalan pengeluaran dana BOSP sebesar 483 juta dolar di Dinas Sekolah dan Pemuda Pandeglang.

Namun yang ditemukan, jalan tersebut hanya bertambah, namun belum ada perbaikan. Dengan cara ini air hujan mengalir ke wilayah tanah yang merupakan wilayah terkecil hingga akhirnya menjadi sumber yang besar.

PakarPBN

A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.

In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.

The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.

Jasa Backlink

Download Anime Batch

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *